WhatsApp Pustakapangan


Banner
Banner 1
MAJALAH TERBARU
Read Digital Magazine and E-Book
Koleksi majalah digital modern dengan tampilan premium dan pengalaman membaca terbaik.
Baca Sekarang
Banner 2
POPULER
We Accept
Kami menerima pembayaran melalui, transfer, paypal, ovo, gopay dll
Jelajahi
Banner 3
PROMO SPESIAL
Baca Lebih Mudah & Lebih Modern
Tampilan elegan, responsif, ringan, dan nyaman digunakan di semua perangkat.
Mulai Sekarang



DIGITAL MAGAZINE

FRI VOL VIII/02 2013

Pada FOODREVIEW INDONESIA edisi Nopember 2012, kami menyajikan ulasan tentang "flavor factors"; dimana flavor merupakan faktor penentu pembentuk karakter suatu produk pangan. Mengingat pentingnya hal ini, dan banyaknya permintaan dari stakeholders, maka FOODREVIEW INDONESIA kali kali kembali hadir membahas berbagai tantangan-tantangan yang berkaitan dengan flavor dan mutu produk. Dunia industri pangan sekarang ini banyak bermanuver memainkan hubungan antara pangan, gizi dan kesehatan. Pengembangan pangan untuk menunjang gaya hidup sehat; memang merupakan semangat dan tantangan industri pangan. Sayang bahwa ada konotasi yang berkembang bahwa pangan baik untuk kesehatan (sering disebut sebagai pangan sehat) itu tidak enak tidak menarik untuk dikonsumsi. Disinilah salah satu tantangan yang bisa dijawab dengan pengembangan flavor yang tepat; flavor challenges.

Secara khusus, menarik untuk disimak; adalah prediksi yang dilaporkan oleh Comax (dikutip dari http://www.foodnavigator-usa.com/Market/Comax-Flavors-2013-trend-predictions-Unusual-combinations-experimentation-and-bolder-gutsier-flavors), yang menyatakan bahwa tren flavor pada 2013 akan lebih mengarah pada kombinasi flavor yang tidak biasa (unusual), bersifat coba coba dan lebih berani (experimentation and bolder), serta lebih kuat (gutsier). Tentu hal tersebut menerobos batasan yang ada selama ini untuk menghasilkan sebuah inovasi yang unik.

Jelas perlu diingat, bahwa seberapa kreatif inovasi yang dihasilkan, namun konsumen tetaplah penentunya. Flavor yang dihasilkan harus tetap diterima oleh indera perasa dan penciuman mereka. Oleh sebab itu, kini tidak sedikit industri flavor yang melibatkan ahli kuliner (Chef) dalam mengkreasikan produknya. Kerja sama antara flavorist dan chef ternyata membuahkan hasil yang menggembirakan. Termasuk dengan semakin dikembangkannya flavor eksotis khas Indonesia, yang disesuaikan dengan selera nusantara, sehingga lebih mudah diterima. Flavor es campur, atau flavor es teler, bisa saja menjadi inspirasi industri pangan.

Semoga informasi yang diberikan bermanfaat bagi kemajuan bisnis sidang pembaca.

Selamat membaca,
Pemimpin Redaksi
Prof. Purwiyatno Hariyadi

Forgot Password

  
×

Register Account