DIGITAL MAGAZINE
FRI VOL VII/12 2012
Nobody gets to live life backward. Look ahead, that is where your future lies.
Ann Landers
Tahun 2012 akan segera berakhir. Banyak peristiwa dan pembelajaran terjadi selama 2012 untuk menyongsong tahun 2013. Sekaligus, industri pangan perlu meneropong ke tahun 2013; memahami aneka tren yang akan berpengaruh pada perkembangan industri pangan.
Pada tahun 2012, Undang-Undang Pangan yang baru telah disahkan oleh DPR tepatnya pada tanggal 19 Oktober 2012. Undang-Undang Pangan yang baru mempunyai semangat yang lebih jelas untuk mendorong kedaulatan pangan nasional. Apa ini artinya bagi industri pangan nasional? Jelas industri perlu secara strategik merespon hal ini dengan membuat tata-nilai dan semangat yang lebih relevan dengan semangat UU Pangan yang baru.
Disamping itu, semangat "hijau" juga (akan) mewarnai perkembangan industri pangan Indonesia. Pada tahun 2012 pula, telah terbit Nomor 81 (2012) tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga; yang menuntut industri untuk melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap semua proses manufakturing-nya sehingga lebih "hijau", lebih ramah terhadap lingkungan. Masih pada tahun 2012, hal penting lain yang tidak kalah pentingnya untuk diantisipasi dampaknya adalah adanya peraturan baru mengenai upah minimum. Selain berkaitan dengan kesejahteraan pegawai; maka hal-hal yang berkaitan dengan daya saing juga strategik untuk dikaji.
Tidak kalah penting adalah kemampuan industri untuk meneropong looking ahead. Memahami apa yang sedang tren, dikombinasikan dengan lessons learned dari tahun sebelumnya (2012) akan membantu industri pangan untuk berkambang dengan lebih baik. Oleh sebab itu "jangan pernah tidur", industri pangan tetap harus berinovasi dan berkreasi. Konsumen semakin menuntut produk yang lebih aman, bermutu, dan terjangkau.
Untuk mengulas kondisi industri pangan 2012 dan prospeknya pada 2013 mendatang, FOODREVIEW INDONESIA secara khusus memuatnya dalam edisi ini. Semoga informasi yang kami berikan dapat menjadi masukan untuk kemajuan bisnis sidang pembaca.
Selamat membaca,
Pemimpin Redaksi
Prof. Purwiyatno Hariyadi