WhatsApp Pustakapangan


Banner
Banner 1
MAJALAH TERBARU
Read Digital Magazine and E-Book
Koleksi majalah digital modern dengan tampilan premium dan pengalaman membaca terbaik.
Baca Sekarang
Banner 2
POPULER
We Accept
Kami menerima pembayaran melalui, transfer, paypal, ovo, gopay dll
Jelajahi
Banner 3
PROMO SPESIAL
Baca Lebih Mudah & Lebih Modern
Tampilan elegan, responsif, ringan, dan nyaman digunakan di semua perangkat.
Mulai Sekarang



DIGITAL MAGAZINE

FRI VOL VII/10 2012

Bulan Oktober 2012 ini diawali dengan adanya Food Ingredients Asia; yang untuk kedua kalinya diadakan di Indonesia. Antusiasme peserta pameran ingridien pangan ini terlihat dari jumlah industri yang berpameran terbesar yang pernah terjadi di Asia. Antusiasme ini mengindikasikan potensi pertumbuhan industri pangan Indonesia, yang dicatat oleh UBM -penyelenggara Food Ingredient Asia- sebagai pertumbuhan yang "remarkable"; mencapai 41% selama 5 tahun terakhir.

Tentunya hal ini termasuk juga pertumbuhan snack di Indonesia. Dalam laporan Global Agricultural Information Network (GAIN Report No ID0037 tahun 2010) dinyatakan bahwa industri snack di Indonesia juga tumbuh sangat pesat; mencapai sekitar 20% per tahun, dan akan tetap tumbuh sampai beberapa tahun kedepan. Laporan yang sama juga mengindikasikan bahwa impor ingridien untuk industri snack ini juga akan tumbuh sekitar 20 25 persen per tahunnya. Ingridien yang dimaksud meliputi antara lain susu skim, sweet whey, lemak susu, laktosa, bubuk keju, pati kentang, lesitin kedelai, emulsifaier, dan premixed vitamin. Berbagai ingridien ini pula yang banyak ditawarkan pada pameran Food Ingredient Asia 2012.

Hal ini tentunya merupakan tantangan dan sekaligus peluang bagi industri pangan (dan ingridien pangan) Indonesia. Di bidang industri snack; Indonesia mempunyai berbagai snack klasik tradisional- yang cukup unik dan mengakar. Sebut saja keripik singkong; keripik pisang, kerupuk, dan lain-lain. Dengan kreativitas dan inovasi teknologi, bisa dimunculkan produk dengan sensasi yang unik; Snack Sense.

Beberapa waktu lalu, konsumen snack Indonesia dikejutkan kehadiran keripik singkong pedas yang berasal dari Bandung. Masyarakat begitu antusias menyambutnya, ditandai dengan penyebaran snack tersebut dengan begitu cepat ke berbagai daerah -terutama Jawa. Hal ini menandakan bahwa pasar snack Indonesia cukup bergairah. Dengan inovasi teknologi modern, dengan sentuhan kemasan yang menarik, dengan teknologi produksi yang semakin canggih, Indonesia berpotensi untuk memasok produk snack secara baik.

FOODREVIEW INDONESIA edisi ini mengindera dan mengulas secara khusus perkembangan produk snack, Snack Sense. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat bagi kemajuan industri snack Indonesia.

Selamat membaca,
Pemimpin Redaksi
Prof. Purwiyatno Hariyadi

Forgot Password

  
×

Register Account