WhatsApp Pustakapangan


Banner
Banner 1
MAJALAH TERBARU
Read Digital Magazine and E-Book
Koleksi majalah digital modern dengan tampilan premium dan pengalaman membaca terbaik.
Baca Sekarang
Banner 2
POPULER
We Accept
Kami menerima pembayaran melalui, transfer, paypal, ovo, gopay dll
Jelajahi
Banner 3
PROMO SPESIAL
Baca Lebih Mudah & Lebih Modern
Tampilan elegan, responsif, ringan, dan nyaman digunakan di semua perangkat.
Mulai Sekarang



DIGITAL MAGAZINE

FRI VOL VII/08 2012

Quiz. Negara mana yang penduduknya paling banyak mengkonsumsi daging? Mungkin Anda mengira negara AS? Atau Australia? Menurut data dari FAO (2007) yang diolah oleh The Economist (http://www.economist.com/blogs/graphicdetail/2012/04/daily-chart-17); pengkonsumsi daging paling banyak adalah penduduk negara kecil di Eropa, Luxembourg, yang setiap tahunnya menghabiskan 136.5 kg daging per orangnya. Seratus tigapuluh enam koma lima kilogram daging? Ya; dan kategori daging yang dimaksud oleh FAO adalah termasuk daging sapi, babi, unggas, kambing/domba dan lain-lain. AS menduduki tempat kedua (125,43 kg/kapita/tahun) dan Australia menempati rangking ketiga (121.2 kg/kapita/tahun). Masih FAO pula; konsumsi daging untuk rata-rata negara berkembang adalah sekitar 10 kg/kapita/tahun. Lebih lanjut data tersebut juga menunjukkan bahwa India adalah negara yang paling sedikit mengkonsumsi daging.

Dimana posisi Indonesia? Statistik peternakan Kementerian Pertanian RI (2010) menyatakan bahwa konsumsi daging Indonesia adalah 6,953 kg/kapita/tahun.

Banyak hal bisa kita analisis mengenai data-data konsumsi tersebut. Pertama; karena tingkat konsumsi yang relatif masih rendah; maka dengan peningkatan status sosial dan ekonomi; bisa diduga bahwa permintaan terhadap daging dan produk daging akan meningkat; yang berarti peluang bisnis. Kedua; walau tingkat konsumsinya masih kecil, ternyata Indonesia juga belum mampu memenuhi kebutuhan daging dalam negeri -terutama sapi. Lagi-lagi; hal ini juga bisa diartikan sebagai peluang bisnis. Terlihat jelas Indonesia membutuhkan kebijakan dan strategi yang tepat; agar produksi dalam negeri meningkat dan sekaligus kebutuhan bahan baku daging di industri bisa tercukupi dan berdaya saing.

Ketiga; yang tak kalah pentingnya; adalah aspek keamanan. Daging merupakan sumber gizi yang penting dalam keseharian; tetapi juga bersifat mudah rusak. Dalam hal ini; faktor penanganan dan pengolahan daging dan produk daging untuk memberikan penjaminan terhadap keamanan pangan jelas merupakan aspek kritikal. Daging juga tergolong produk mudah terkontaminasi -baik secara mikrobiologi maupun kimiawi. Apalagi, jika diingat bahwa daging adalah termasuk bahan pangan dengan nilai ekonomi yang tinggi; maka bukan tidak mungkin hal ini memicu keiinginan pihak yang tidak bertanggung-jawab melakukan praktek yng tidak terpuji, tidak bermoral; misalnya penggunaan bahan berbahaya; atau pun praktek pemalsuan (adulteration) lainnya demi keuntungan ekonomi semata.

FOODREVIEW INDONESIA edisi ini, secara khusus membahas produk daging olahan, terutama dari segi teknologi dan keamanan; Assuring the Safety of Meat Products.

Juga... tak lupa, FOODREVIEW INDONESIA mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya.

Selamat membaca.
Pemimpin Redaksi
Prof. Purwiyatno Hariyadi

Forgot Password

  
×

Register Account