WhatsApp Pustakapangan


Banner
Banner 1
MAJALAH TERBARU
Read Digital Magazine and E-Book
Koleksi majalah digital modern dengan tampilan premium dan pengalaman membaca terbaik.
Baca Sekarang
Banner 2
POPULER
We Accept
Kami menerima pembayaran melalui, transfer, paypal, ovo, gopay dll
Jelajahi
Banner 3
PROMO SPESIAL
Baca Lebih Mudah & Lebih Modern
Tampilan elegan, responsif, ringan, dan nyaman digunakan di semua perangkat.
Mulai Sekarang



DIGITAL MAGAZINE

FRI VOL X/6 2015

Dairy Challenges

Kondisi gizi bangsa, yang direkam dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2007, 2010 dan 2013) masih sangat memperihatinkan. Pada tahun 2013, angka kurang gizi pada balita ini mencapai 19,6%, terdiri dari gizi buruk 5,7% dan gizi kurang 13,9%. Pada tahun 2013, angka balita pendek (stunting) tercatat mencapai 37.2% (terdiri dari dari 18% sangat pendek, dan 19,2% pendek).

Kondisi ini jelas akan berdampak pada kualitas SDM bangsa ke depan. Pembangunan bidang gizi jelas perlu revitalisasi, untuk menjawab tantangan gizi bangsa tersebut. Susu dan produk olahannya merupakan salah satu jenis produk bergizi yang bisa berkontribusi pada pembangunan gizi bangsa. Karena alasan itulah maka, industri susu dan produk olahannya (dairy industries) mempunyai peran strategis, membangun gizi bangsa, membangun daya saing sumberdaya manusia Indonesia melalui gizi.

Inilah esensi dari tantangan industri susu dan produk olahannya.

Dairy Challenges.

Dalam hal konsumsi, konsumsi susu di Indonesia diperkirakan akan tetap meningkat. Konsumsi susu per kapita Indonesia saat ini termasuk rendah (Indonesia: 13.4 liter; Filipina: 22.1 liter; Malaysia: 50.9 liter; dan Thailand: 33.7 liter). Pertumbuhan ini antara lain dipicu oleh pertumbuhan kelas menengah serta meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai gizi. Namun demikian, jika susu dan produk olahannya ingin berperan memecahkan masalah gizi sebagaimana digambarkan oleh hasil Riskesdas (2007, 2010 dan 2013) maka perlu ada terobosan mengenai aksesibilitas (harga dan distribusi). Hal ini ditunjukkan dengan jenis produk susu yang berkembang dan mendominasi Indonesia; yaitu susu cair UHT, susu kental manis (sweetened condensed milk), dan susu bubuk (powdered milk) yang masing-masing mempunyai pangsa pasar sebesar 26%, 35%, dan 39%.

Sekali lagi, jika industri susu nasional ingin berkontribusi pada pemecahan masalah gizi bangsa secara nyata, maka inovasi produk susu dan olahannya perlu selalu dikembangkan, sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi, budaya dan sumberdaya masyarakat. Selamat membaca,

Selamat merayakan Hari Susu Nusantara,
Prof. Purwiyatno Hariyadi

Forgot Password

  
×

Register Account