What's new
Magazine Information
FRI VOL X/1 2015
Editorial

Dalam perkembangan kebudayaan manusia, peranan industri pangan tidak semata-mata menyediakan produk pangan guna memenuhi kebutuhan dasar manusia, yaitu menghilangkan rasa lapar. Lebih penting dari itu adalah bahwa industri pangan mempunyai peran penting untuk menyediakan produk pangan, yang akan memberikan gizi yang baik bagi konsumennya.

Dalam tulisan yang berjudul "Industri Pangan: Menjawab Tantangan Ketahanan Pangan Mandiri dan Berdaulat" (FOODREVIEW Indonesia, Vol 9/12) kami mengemukakan bahwa industri pangan; melalui keamanan, gizi dan mutu produk pangan yang diproduksinya; mempunyai pengaruh langsung pada tingkat kesehatan dan status gizi konsumennya. Karena itu, industri pangan juga mempunyai pengaruh kuat untuk menentukan produktivitas individu (konsumen) yang mengonsumsi produk yang dihasilkannya tersebut. Karena itu, industri pangan Indonesia hendaknya tidak berkiprah hanya untuk kepentingan bisnis semata, tetapi secara berkelanjutan justru untuk pencapaian visi peningkatan status gizi dan kesehatan populasi penduduk atau masyarakat.

Kita menyadari bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting penentu kemajuan suatu bangsa. Kualitas SDM yang baik akan mendorong suatu bangsa untuk berkembang lebih pesat. Untuk menghasilkan SDM berkualitas baik, bagi gizi menjadi salah satu faktor yang tidak bisa diabaikan. Gizi memiliki peranan dalam menghasilkan SDM yang produktif dan cerdas. Bahkan kecukupan gizi wajib dipenuhi sejak manusia berada dalam kandungan. Sehingga tidak aneh jika WHO dan Pemerintah mencanangkan program 1000 hari pertama kehidupan untuk mendukung pertumbuhan yang optimal.

Sayangnya saat ini prevalensi stunting yang menjadi salah satu indikator kecukupan gizi di Indonesia masih cukup tinggi. Banyak anak-anak yang lahir dengan tinggi badan di bawah standar, bahkan beberapa diantaranya memiliki berat lahir di bawah 2,5 kg. Artinya kekurangan gizi masih menjadi masalah di Indonesia. Belum lagi terdapat masalah gizi lain, dimana sebagian populasi berada dalam kondisi sebaliknya, yakni mengalami kelebihan gizi, sehingga menimbulkan obesitas dan meningkatkan aneka jenis penyakit degeneratif. Kedua masalah gizi tersebut tentu memberikan efek yang negatif, salah satunya dapat menurunkan produktivitas.

Untuk mengatasi masalah gizi, sangat penting bahwa semua pihak bisa berperan secara maksimal. Dalam konteks ini, industri pangan perlu mentransformasi dirinya menjadi industri gizi. Industri Gizi dan Fortifikasi? Sebagai industri gizi, industri pangan perlu selalu melakukan eksplorasi pengembangan produk pangan yang aman dan bergizi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan riil konsumennya. Fortifikasi merupakan salah satu teknik untuk pengembangan produk bergizi sesuai dengan kebutuhan konsumennya. Eksplorasi tempe sebagai potensi ingridien pangan bergizi -misalnya- perlu dilakukan.

Hal inilah yang kami sajikan pada FOODREVIEW INDONESIA pada edisi ini, Industri Gizi dan Fortifikasi. Semoga informasi yang kami berikan dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Selamat Tahun Baru 2015. Selamat membaca.

Prof. Purwiyatno Hariyadi

Daftar Isi

Forum

FOOD INFO-LINTAS PANGAN

OVERVIEW

  • Beban Ganda Masalah Gizi Di Indonesia
    - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup pesat ternyata tidak membuat bangsa ini serta merta terlepas dari masalah gizi. Justru Indonesia menghadapi masalah ganda malnutrisi (malnutrition). Di satu sisi, masih terdapat sekelompok masyarakat yang kekurangan gizi. Sedangkan di sisi lain, muncul kelompok yang mengalami gizi lebih.
  • Solusi Mengatasi Stunting
  • Standar Tempe Indonesia: Mewadahi Parameter Mikrobiologi dan Nutrigenomik yang Terkait Warisan Budaya
  • Tempe: An Outstanding Nutrition and Bioactive Compounds Source

ASOSIASI

  • Pertumbuhan Industri Pangan Terhambat

INGRIDIEN

  • Honey The 2015 'Flavor Of The Year'
    - Firmenich has announced that honey is the Flavor of the Year for 2015.
  • Anti-In? ammatory Food Components
  • Nutritional Function of BCAA
    - Asam amino rantai bercabang atau sering dikenal dengan BCAA (branched chain amino acid) menarik perhatian ilmuwan dan industri pangan. Hal ini dikarenakan berbagai hasil penelitian yang menunjukkan manfaat dari asam amino tersebut.

BAKERY CORNER

  • Meningkatkan Nilai Gizi Produk Bakeri Dengan Forti? kasi, Mungkinkah?
    - Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang cukup besar, yaitu sekitar 240 juta jiwa. Jumlah penduduk yang besar tersebut akan berdampak pada tingkat kesehatan dan kebutuhan gizi terutama bagi wanita dan anak-anak, sehingga pemerintah mencanangkan program forti? kasi zat gizi tertentu pada bahan pangan yang dikonsumsi luas oleh masyarakat.

REGULASI

  • Regulasi Forti? kasi Pangan Di Indonesia
    - Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi setiap rakyat Indonesia. Pangan harus senantiasa tersedia secara cukup, aman, bermutu, bergizi, dan beragam dengan harga yang terjangkau oleh daya beli masyarakat, serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat.