Magazine Information
FRI IX/05 2014
Editorial | Daftar Isi

FUNCTIONAL FOODS: The True Function of Foods

'One cannot think well, love well, sleep well, if one has not dined well.' Virginia Woolf

Pangan merupakan komponen esensial bagi kehidupan manusia; khususnya untuk memenuhi kebutuhan fisiologi (sebagai sumber energi, sumber gizi) sehingga memungkinkan tubuh manusia untuk tumbuh, berkembang dan berfungsi dengan baik. Selain itu, pangan juga mempunyai fungsi sosial (sebagai identitias atau status masyarakat), budaya (sebagai bagian ritual masyarakat), serta fungsi psikologi (kesenangan, kenikmatan; pleasure). Belakangan, melalui penelitian intenstif, pangan ternyata juga memberikan fungsi-fungsi kesehatan; seperti meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan stamina, meningkatkan kemampuan kognitif, menurunkan risiko terkena penyakit jantung, dan lain sebagainya.

Jadi, hubungan antara pangan dan kehidupan manusia memang sangat erat. Bisa dipahami, jika dalam esai yang berjudul A room of One's Own, Virginia Woolf (1882 -1941) menyatakan bahwa "one cannot think well, love well, sleep well, if one has not dined well". Begitu eratnya; kadang manusia menjadi lupa; mengonsumsi pangan (makan) untuk hidup atau hidup untuk makan.

Walaupun fungsi pangan begitu luas, namun istilah pangan fungsional biasanya hanya dimaksudkan untuk pangan yang telah ditunjukkan mampu memberikan manfaat kesehatan, diluar manfaat tradisionalnya sebagai penyedia zat gizi, bagi yang mengonsumsinya. Batasan pangan fungsional1 pada pangan olahan.

Lepas dari itu, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai hubungan antara pangan dan kesehatan manusia, telah mendorong tumbuhnya industri pangan fungsional dengan sangat pesat. Global Industry Analysis memperkirakan pertumbuhan produk pangan fungsional akan mencapai USD 130 miliar pada 2015.

Indonesia, jelas mempunyai tradisi dan potensi yang luar biasa untuk pangan fungsional ini. Dalam hal ini, masyarakat pangan (industri, akademisi dan masyarakat) perlu menjalin kemitraan yang erat, untuk menggali potensi, melakukan kajian dan menggali bukti ilmiah mengenai manfaat kesehatan suatu produk atau ingridien pangan pribumi (local, indigenous) Indonesia. Kemitraan untuk tujuan inovasi berbasis sumber daya lokal. FOODREVIEW INDONESIA mendorong terjadinya kemitraan ini, untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran msayarakat, meningkatkan daya saing bangsa. Semoga. Selamat membaca,


Prof. Purwiyatno Hariyadi