Magazine Information
FRI VOL X1/03 2016
Editorial | Daftar Isi
Snack Challenges

Mengonsumsi makanan ringan atau ngemil (snacking) bisa menjadi kebiasaan yang menunjang gaya hidup sehat. Konsumsi makanan ringan yang tepat bisa memberikan gizi dan energi diantara dua waktu makan utama, sehingga mendukung tubuh berkinerja optimum.

Sesuai dengan istilahnya makanan ringan, atau kadang-kadang juga disebut sebagai makanan selingan- produk demikian sering diasosiasikan dengan hal yang ringan, jumlahnya kecil, sehingga faktor penting dalam pengembangan makanan ringan adalah unsur kelezatan dan kenikmatan. Semakin diformulasikan untuk mengejar kelezatan dan kenikmatan, maka konsumen semakin banyak mengonsumsinya; sehingga sering makanan ringan tidak lagi dikonsumsi secara ringan, tidak lagi dikonsumsi sebagai selingan.

Dari sisi sensori, kelezatan dan kenikmatan rasa sering berkaitan erat dengan meningkatnya kadar gula, garam dan lemak. Dengan semakin meningkatnya kesadaran konsumen mengenai hubungan antara konsumsi pangan dan kesehatan khususnya dengan berbagai penyakit tak menular seperti diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, serangan jantung- maka makanan ringan demikian justru tidak cocok dengan gaya hidup sehat.

Di sinilah tantangannya, snack challenges. Bagaimana mengurangi gula, garam dan lemak, serta sekaligus menambahkan berbagai ingridien yang mempunyai fungsi-fungsi kesehatan pada formulasi makanan ringan misalnya serat pangan, karbohidrat kompleks dan antioksidan- merupakan tantangan teknologi bagi industri makanan ringan.

Selain itu, sudah saatnya industri pangan Indonesia mengembangkan makanan ringan berbasiskan pada pangan tradisional kita. Apresiasi perlu diberikan pada industri yang berprakarsa mengembangkan industri makanan ringan berbasis tempe, misalnya. Diyakini, jenis makanan ringan yang secara tradisional dipunyai Indonesia sungguh beragam dan menanti sentuhan teknologi kreatif industri pangan, untuk menjadikannya makanan ringan yang sesuai dengan gaya hidup sehat.

Semoga informasi pada edisi FOODREVIEW kali ini dapat bermanfaat dalam memajukan daya saing industri makanan ringan nasional.

Selamat membaca,
Prof. Purwiyatno Hariyadi