Magazine Information
FRI VOL X/12 2015
Editorial | Daftar Isi
Selamat Datang MEA

Sesaat lagi, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tidak lagi hanya berupa slogan. Sejak Januari 2016, MEA adalah realitas, dimana 10 negara anggota Association of Southeast Asian Nations (Asean) bergabung menjadi satu kesatuan masyarakat ekonomi Asean. Sebagai kesatuan ekonomi, MEA mempunyai potensi yang luar biasa, mempunyai total GDP sekitar $2.5 trillion dengan perdagangan intra-regional sebesar $1 trillion.

Artinya, ajang kompetisi menjadi terbuka. Indonesia jelas mempunyai daya tarik tersendiri bagi anggota MEA yang lain karena potensi pasar yang luar biasa besar. Dengan semakin bebasnya keluar-masuk barang, jasa, dan SDM, maka kompetisi menjadi lebih sengit.

Hal yang sama juga terjadi untuk industri pangan, persaingan yang semakin sengit menuntut kejelian dan kegesitan tersendiri dalam mengembangkan pasar dan produknya. Inovasi menjadi salah satu kunci dalam memenangkan persaingan. Inovasi perlu dilakukan untuk mengamankan pasar dalam negeri -dimana terdapat lebih dari 250 juta konsumen, sekaligus meluaskan pasar ke manca Negara.

Semua itu memerlukan daya saing. Data dari Word Economic Forum (https://agenda.weforum.org/2015/04/which-asean-country-is-the-mostcompetitive/) menyebutkan bahwa daya saing Indonesia berada di posisi keempat, di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Inilah pekerjaan rumah kita semua. Dalam hal ini. FOODREVIEW INDONESIA edisi ini mengulas secara khusus dilema MEA ini untuk para Pembaca. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat bagi semua pihak menyelesaikan pekerjaan rumahnya masing-masing; meningkatkan daya daing, menuju MEA yang menguntungkan Indonesia.

Akhirnya ... FOODREVIEW INDONESIA menyampaikan selamat merayakan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016, tahun dimulainya era MEA.

Selamat membaca,
Prof. Purwiyatno Hariyadi