Melawan Kelaparan:
Peran Industri Pangan
Tidaklah beriman seseorang, kalau ia dapat tidur nyenyak
dengan perut kenyang, sedangkan tetangganya dalam
keadaan kelaparan
(Muhammad SAW, HR Al Bazzaar)
Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling
utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia …..
(UU RI No 18, 2012 tentang Pangan).
Telah dinyatakan dengan sangat jelas bahwa hak atas pangan merupakan
salah satu hak azasi manusia. Namun kenyataannya, kekurangan pangan
sehingga melahirkan individu yang kelaparan masih menjadi permasalahan
banyak Negara di dunia, termasuk Indonesia. Data dari Organisasi Pangan
Dunia (FAO) menunjukkan bahwa masih terdapat 795 juta penduduk bumi
yang menderita kelaparan, yang umumnya terjadi di Negara-negara miskin
dan sedang berkembang. Berapa banyak orang yang meninggal garagara
kelaparan? Secara global, tercatat sebanyak lebih dari 9000 orang
meninggal setiap hari. Angka tepatnya hari ini, silakan cek saja pada http://
www.stopthehunger.com/
Di Indonesia masalah kelaparan ini juga masih sangat memperihatinkan
dan perlu menjadi perhatian semua insan nusantara. Permasalahan
malnutrisi atau gizi buruk masih menjadi salah satu masalah kesehatan
masyarakat yang utama Indonesia. Contohnya, menurut Riskesdas (2013)1
tercatat sekitar 4,6 juta diantara 23 juta anak di Indonesia mengalami gizi
buruk dan kurang.
Dengan alasan keprihatinan di atas, sekaligus mengambil momentum
Hari Pangan Sedunia (16 Oktober 2015), FOODREVIEW Indonesia mencoba
menggugah kesadaran kita semua mengenai pentingnya usaha bersama
melawan kelaparan. Melawan kelaparan merupakan tanggung jawab semua
pihak, kewajiban semua individu (HR Al Bazzaar).
Kewajiban itu juga berlaku bagi industri pangan. Industri pangan
mempunyai peran signifikan melawan kelaparan. Industri pangan perlu lebih
peka terhadap kondisi masyarakat, dengan teknologi pengolahan pangan
yang tepat, sehingga dapat mengurangi kehilangan dan kerusakan bahan
pangan, untuk menyediakan produk akhir yang aman, bergizi, terjangkau,
dan sesuai dengan preferensi dan kebutuhan gizi bagi konsumennya.
Tema Hari Pangan Sedunia 2015 adalah “Perlindungan Sosial dan
Pertanian: Memutus Siklus Kemiskinan di Pedesaan”. Semua pihak yang
bergerak di bidang pangan, terutama industri pangan, perlu lebih peka
sosial, aktif berpartisipasi dalam hal memutus siklus kemiskinan di pedesaan,
untuk melawaan kelaparan. Dengan cara inovatif sesuai dengan bidangnya
masing-masing.
Selamat membaca.
Selamat Hari Pangan Sedunia
Prof. Purwiyatno Hariyadi